Para Penikmat Seni Serbu Festival Budaya Rotterdam

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Suasana riuh nampak di halaman Benteng Rotterdam, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Antusiasme ini berasal dari penonton yang sejak tadi tengah menikmati beragam pertunjukan seni dalam Festival Budaya bertema “Semangat Tradisi Lintas Generasi”.

Kegiatan yang digelar oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX (BPK XIX) ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian seni dan budaya tradisional di Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan ini BPK XIX menggandeng Museum dan Cagar Budaya.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX (BPK XIX), Sinatriyo Danuhadingrat, mengatakan festival ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni melainkan pertemuan lintas generasi

“Festival ini menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku budaya sekaligus wujud kolaborasi antara BPK XIX, Museum dan Cagar Budaya, pengelola Benteng Rotterdam. Dengan bantuan Museum dan Cagar Budaya, kegiatan ini dapat terselenggara dengan lancar, ujar Sinatriyo.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang pertunjukan, melainkan ruang pertemuan lintas generasi untuk memperkuat identitas budaya dan memperluas partisipasi publik.

“Kami ingin menghadirkan kebudayaan sebagai ruang hidup yang dinamis, inklusif, dan bisa diakses masyarakat luas,” ujarnya.

Melalui Festival Budaya Benteng Rotterdam, BPK XIX berharap dapat menegaskan kembali peran kebudayaan sebagai penghubung antar-generasi dan landasan pembangunan berkeadaban.

“Kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi masa depan,” paparnya.

Benteng Rotterdam sendiri merupakan Cagar Budaya Peringkat Nasional yang menjadi ikon Kota Makassar. Kolaborasi ini dinilai penting karena menghadirkan sinergi antara pelestarian cagar budaya dan aktivitas seni yang hidup di tengah masyarakat.

Sementara Pengelola Benteng Rotterdam, Isba mengatakan pelaksanaan festival di halaman Benteng Rotterdam menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton.

Bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Gowa itu menjadi latar megah bagi berbagai pentas seni tradisional.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang terus meningkat setiap bulannya. Bahkan, terdapat sejumlah penonton setia yang selalu hadir di setiap gelaran festival.

Festival yang telah berlangsung sejak Juli ini menampilkan karya-karya seniman terpilih melalui proses kurasi dan seleksi ketat. Kegiatan juga dimeriahkan oleh penerima Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK), program dari Kementerian Kebudayaan yang mendukung keberlanjutan praktik kebudayaan oleh individu, komunitas, maupun lembaga seni. (*)

Comment