MAROS, SULSELPASTI.COM — Seluruh sekolah diimbau untuk tidak melakukan praktik pungutan liar dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Hal ini disampaikan Bupati Maros, AS Chaidir Syam.
Mantan Ketua DPRD Maros ini melarang praktik titip-menitip dan pungutan liar selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Dia meminta seluruh kepala sekolah TK, SD, dan SMP di Kabupaten Maros menjalankan proses penerimaan siswa baru secara transparan dan sesuai aturan. “Tidak boleh ada istilah titip-menitip. Semua harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Dia mengatakan proses penerimaan siswa baru ini harus mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Menurut dia, setiap calon siswa memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan melalui jalur yang telah ditetapkan.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar tidak ada pungutan liar selama proses penerimaan berlangsung. Pemerintah Kabupaten Maros, kata dia, telah menerbitkan surat edaran sebagai bentuk pencegahan. “Jika ditemukan pelanggaran, akan dilakukan evaluasi dan penindakan sesuai ketentuan,” katanya.
Dia juga meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Maros melakukan pengawasan ketat agar pelaksanaan SPMB tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
Pendaftaran SPMB di Maros dimulai hari ini Senin, 8 Juni 2026. Ketua Panitia SPMB Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Takdir, mengatakan pendaftaran dibuka melalui empat jalur, yakni afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili.
Dia mengatakan untuk jalur afirmasi dibuka pada 8 Juni hingga 9 Juni. Kemudian jalur prestasi mulai dibuka 12 Juni hingga 13 Juni, jalur mutasi mulai 17 Juni hingga 18 Juni, dan jalur domisili tanggal 22 Juni hingga 25 Juni.
“Verifikasi data dilakukan 10 hingga 26 Juni, sementara pengumuman hasil pada 20 dan 27 Juni,” ungkapnya.
Untuk kuota jalur afirmasi untuk SD dan SMP masing-masing 20 persen. Jalur domisili dialokasikan 75 persen untuk SD dan 50 persen untuk SMP. Sementara jalur mutasi masing-masing 5 persen. “Khusus jalur prestasi hanya untuk SMP dengan kuota 25 persen,” katanya.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi SPMB. Namun, bagi calon siswa di wilayah dengan keterbatasan jaringan, sekolah dapat membantu proses pendaftaran secara luring sebelum diunggah ke sistem.
Dia menambahkan, terdapat 265 sekolah negeri yang akan menerima siswa baru tahun ini, terdiri dari 222 SD dan 43 SMP. (*)

Comment