Mobil Bupati Tembus Rampi, Sejarah Baru Terbuka di Pedalaman Luwu Utara

LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM — Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu wilayah paling terpencil di Sulawesi Selatan, Kecamatan Rampi akhirnya mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, kendaraan roda empat berhasil menembus wilayah pegunungan tersebut melalui jalur darat yang selama ini dikenal ekstrem dan penuh tantangan.

Pencapaian ini ditandai dengan kedatangan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama rombongan Indonesia Offroad Federation (IOF) yang membawa sekitar 30 kendaraan roda empat. Perjalanan tersebut menjadi langkah awal membuka akses transportasi darat menuju wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Perjalanan menuju Rampi bukan perkara mudah. Dari Masamba, rombongan harus menempuh jalur sepanjang kurang lebih 82 kilometer dengan medan terjal, berbukit, dan melewati kawasan hutan. Kondisi jalan yang menantang membuat perjalanan membutuhkan waktu berjam-jam.

Bupati Andi Abdullah Rahim mengungkapkan, dirinya memulai perjalanan sekitar pukul 09.00 Wita dan baru tiba di Rampi sekitar pukul 21.00 Wita. Meski melelahkan, keberhasilan menembus wilayah tersebut menjadi pengalaman bersejarah.

“Alhamdulillah, kami berhasil tembus dan ini pertama kalinya mobil bisa menembus Rampi,” ungkap Andi Rahim.

Kedatangan rombongan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga yang selama ini terbiasa mengandalkan pesawat perintis atau sepeda motor trail untuk menunjang mobilitas tampak gembira menyaksikan iring-iringan kendaraan roda empat tiba di kampung mereka.

“Masya Allah, alhamdulillah, tembus betul mi mobil,” ujar seorang warga dengan penuh haru.

Selama ini, keterbatasan akses transportasi menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Rampi. Distribusi barang dan kebutuhan pokok sangat bergantung pada kondisi transportasi udara maupun jalur darat menggunakan kendaraan khusus. Situasi tersebut turut memengaruhi biaya angkut dan harga barang yang harus dibayar masyarakat.

Karena itu, keberhasilan kendaraan roda empat mencapai Rampi tidak sekadar menjadi pencapaian dalam perjalanan off-road. Peristiwa ini juga menandai terbukanya peluang konektivitas darat yang diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi logistik, dan memperluas akses pelayanan pemerintah.

Andi Rahim menegaskan, pembukaan akses menuju Rampi menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Ia berharap jalur tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pembenahan infrastruktur secara permanen agar perjalanan menuju wilayah itu semakin aman dan layak dilalui.

Jika akses darat dapat dikembangkan secara berkelanjutan, masyarakat Rampi berpeluang menikmati distribusi kebutuhan pokok yang lebih efisien. Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar.

Tembusnya kendaraan roda empat ke Rampi pun menjadi awal dari harapan baru bagi masyarakat di kawasan pegunungan Luwu Utara. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan jalur yang telah berhasil dilalui dapat dikembangkan menjadi akses transportasi yang aman, berkelanjutan, dan benar-benar bermanfaat bagi kehidupan warga. (*)

Comment