Delapan Negara Jajaki Sister City dengan Makassar, IGS 2026 Buka Peluang Investasi Global

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM– Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner dan budaya Indonesia, tetapi juga membuka peluang strategis bagi Kota Makassar dalam memperluas kerja sama internasional dan menarik investasi.

Melalui rangkaian Business Forum IGS 2026 yang berlangsung di Hotel The Rinra Makassar, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin pertemuan bilateral dengan para delegasi negara sahabat. Hasilnya, sedikitnya delapan negara menyatakan minat menjajaki kerja sama Sister City dengan Kota Makassar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Muh. Mario Said, mengatakan forum investasi dalam IGS 2026 dirancang sebagai ruang membangun kolaborasi strategis antara Makassar dan berbagai negara. Kegiatan diawali dengan sesi diskusi yang menghadirkan pelaku usaha, akademisi, serta perwakilan Universitas Hasanuddin untuk memaparkan potensi investasi, perdagangan, dan pengembangan ekonomi daerah.

“Melalui forum IGS ini terdapat pertemuan bilateral, termasuk pertemuan Wali Kota Makassar dengan sejumlah negara yang telah menyatakan minat untuk menjajaki kerja sama,” ujar Mario.

Dari 41 delegasi yang mewakili 28 negara, delapan negara secara khusus menyampaikan ketertarikan memperkuat hubungan dengan Makassar, yakni Costa Rica, Fiji, Polandia, Malaysia, Kamboja, Ukraina, Tunisia, dan Belanda. Pertemuan tersebut turut dihadiri para pejabat diplomatik, termasuk duta besar dan perwakilan kedutaan dari negara-negara tersebut.

Menurut Mario, komunikasi yang terjalin saat ini masih berada pada tahap awal. Meski demikian, sejumlah negara telah menunjukkan keseriusan untuk membahas kerja sama yang lebih konkret, mulai dari investasi, pengembangan kota, hingga kemitraan Sister City.

Selain mempertemukan pemerintah dengan delegasi asing, IGS 2026 juga menghadirkan agenda Business to Business (B2B) yang mempertemukan pelaku usaha Sulawesi Selatan dengan calon mitra internasional. Sektor perikanan dan hasil laut menjadi komoditas yang paling banyak diminati, disusul kopi, rempah-rempah, serta berbagai produk pangan unggulan daerah. Bahkan, sejumlah perusahaan eksportir hasil laut mulai menjalin komunikasi awal dengan calon mitra dari luar negeri.

Di sektor investasi, Pemerintah Kota Makassar menawarkan sejumlah proyek strategis kepada para delegasi, di antaranya pengembangan destinasi wisata Pulau Lae-lae serta Kawasan Untia sebagai kawasan ekonomi baru yang terbuka bagi investasi swasta. Sementara pembangunan stadion tetap akan dibiayai melalui APBD dan diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan sekitarnya.

Mario berharap IGS 2026 menjadi momentum penting bagi Makassar untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kerja sama di bidang investasi, infrastruktur, pariwisata, pendidikan, perdagangan, hingga pertukaran budaya. “Forum ini bukan hanya mendorong investasi dan perdagangan, tetapi juga memperkuat posisi Makassar sebagai kota yang terbuka terhadap kolaborasi global,” pungkasnya. (*)

Comment