Antisipasi Boraks dan Formalin, Dinkes Maros Sidak Takjil di Pasar Tramo

MAROS, SULSELPASTI.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Maros melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Butta Salewangang Maros atau Pasar Tramo di Jalan Nasrun Amrullah, Rabu, 4 Maret 2026.

Sidak yang dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Maros, ini bertujuan untuk memeriksa ada tidaknya kandungan bahan zat kimia berbahaya pada jajanan buka puasa atau takjil yang dijajakan dipasaran.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus mengatakan ada sekitar 43 sampel yang diperiksa. “Jadi dari 43 sampel yang kita periksa, sudah ada 24 yang diperiksa dan hasilnya negatif,” katanya.

Setiap sampel yang diambil diberi label khusus untuk mempermudah proses uji kandungan di lokasi. Pemeriksaan itu kata dia, langsung dilakukan di mobil laboratorium yang terparkir di depan pasar.

“Jadi yang sudah diperiksa, hasilnya negatif. Hasilnya bisa langsung kita lihat hari ini,” sebutnya.

Dia mengatakan sampel yang diambil berupa jajanan takjil. Seperti cendol, kolang kaling, biji delima, jeli, tape dan kaddoppe.

“Ada juga ikan kering, bakso hingga kue kering yang pewarnanya mencolok, kita ambil sampelnya,” katanya.

Dia menyebut, ada dua kandungan yang diperiksa pada jajanan takjil dan ikan kering yang dijajakan di Pasar Tramo. Seperti kandungan pewarna berbahaya dan pengawet.

“Jadi yang kita periksa seperti kandungan formalin, boraks, Rhodamin B. Nah, ini yang kita lihat karena ini yang membahayakan bagi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Mantan Kapus Bantimurung ini mengatakan jajanan dengan warna yang terlalu mencolok menjadi prioritas pemeriksaan karena berpotensi mengandung zat pewarna berbahaya.

Menyoal penggunaan kapur dalam proses pembuatan cendol itu dibolehkan asal penggunaannya masih dalam batas aman.

“Iya, kadang ada yang pakai kapur, tapi masih batas normal. Kalau masih batas normal tidak masalah. Hasilnya juga negatif, artinya tidak membahayakan,” paparnya.

Dia juga mengatakan jika selama proses pengujian sampel ditemukan ada yang melanggar, pihaknya akan melakukan pembinaan hingga pelaporan ke instansi terkait.

“Kalau ada yang kedapatan, pasti kita lakukan pembinaan dan tindak lanjut. Ruginya juga ke penjual sendiri karena masyarakat tidak akan membeli,” jelasnya.

Selain di Pasar Tramo, dia juga mengatakan pihaknya telah mengimbau ke 14 kecamatan untuk turun ke pasar kecamatan melakukan sidak di seluruh pasar di Kabupaten Maros.

“Satu minggu sebelum kegiatan ini, kita sudah sampaikan ke 14 Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan di wilayahnya. Jadi bukan hanya di sini,” sebutnya.

Dia juga mengatakan sejauh ini, hasil pemeriksaan di sejumlah titik pasar masih menunjukkan hasil negatif atau aman dari bahan berbahaya.

Sementara itu salah satu pedagang takjil, Santi mengatakan kalau takjil yang dijualnya itu merupakan hasil buatannya sendiri.

“Kalau cendol dan kadoppe bahannya tepung beras dan daun pandan saya blender. Pakai bahan alami semua,”ungkapnya.

Sehingga dia memastikan dagangannya aman dan tanpa bahan pengawet. “Tidak pakai pengawet. Itu juga saya buat per hari. Jadi biasanya kalau sore habis satu ember tiap harinya,” jelasnya. (*)

Comment