Sekda Zulkifly Terima Kunjungan Bupati OKI: Bahas Investasi hingga Infrastruktur

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly menerima kunjungan kerja studi tiru Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, Muchendi Mahzareki, di Ruang Sekda Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (9/7).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus bertukar pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), hingga pembangunan infrastruktur.

Sekda Makassar, Andi Zulkifly, mengatakan kondisi fiskal Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini tetap terjaga dan seimbang meskipun menghadapi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Dari sisi fiskal, kondisi keuangan Kota Makassar tetap terjaga dan seimbang. Walaupun dana transfer dari pemerintah pusat berkurang sekitar Rp500 miliar, kami tetap berupaya menjaga stabilitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja,” ujar Andi Zulkifly.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Zulkifly juga memaparkan berbagai program prioritas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada periode kepemimpinannya.

Ia menjelaskan, salah satu program strategis adalah pembangunan stadion di kawasan Untia sebagai bentuk komitmen dan kecintaan Wali Kota terhadap sepak bola serta upaya menghadirkan fasilitas olahraga yang representatif bagi masyarakat Makassar dan klub PSM Makassar.

“Ini merupakan periode pertama Bapak Wali Kota. Salah satu misinya adalah membangun stadion sebagai bentuk kecintaan beliau terhadap sepak bola dan PSM Makassar. Stadion akan dibangun di kawasan Untia dengan pembiayaan murni dari APBD, sementara Dinas Pekerjaan Umum menjadi leading sector pelaksanaannya,” jelasnya.

Selain pembangunan stadion, Pemkot Makassar juga menargetkan revitalisasi kawasan Pantai Losari agar kembali menjadi ikon pariwisata dan ruang publik yang membanggakan.

Menurut Andi Zulkifly, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan destinasi masyarakat dari berbagai daerah penyangga, seperti Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa.

“Masyarakat Makassar sangat mencintai sepak bola. Di sisi lain, Bapak Wali Kota juga menargetkan mengembalikan marwah Pantai Losari sebagai ikon kota. Makassar menjadi pusat destinasi bagi masyarakat dari daerah penyangga, termasuk Maros dan Gowa. Karena itu, kami terus mendorong pengembangan sektor pariwisata, kuliner, dan investasi,” katanya.

Ia menambahkan, realisasi investasi Kota Makassar terus menunjukkan tren positif. Salah satu sektor yang memberikan kontribusi terbesar adalah pengembangan kawasan perumahan.

Selain itu, Pemkot Makassar juga terus memperkuat program perlindungan sosial melalui program Mulia Berjasa yang menyasar pekerja rentan serta memastikan cakupan Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan dengan baik.

Andi Zulkifly menegaskan keberhasilan berbagai program pemerintah sangat bergantung pada sosialisasi yang efektif kepada masyarakat.

“Sosialisasi menjadi kunci agar seluruh program pemerintah dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, mengaku sengaja melakukan kunjungan ke Makassar untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempelajari berbagai keberhasilan Pemerintah Kota Makassar dalam mengelola pemerintahan.

Ia mengungkapkan telah mengenal Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sejak sebelum menjabat kepala daerah dan menilai kepemimpinan Munafri membawa banyak inovasi bagi Kota Makassar.

“Saya memang ingin bersilaturahmi ke Makassar sekaligus belajar langsung. Bahkan saya berencana mengajak Wali Kota Palembang untuk berkunjung ke Makassar agar dapat berdiskusi mengenai berbagai program pembangunan yang berhasil dijalankan di sini,” ujar Muchendi.

Menurutnya, salah satu pembahasan yang paling menarik adalah strategi Pemkot Makassar dalam meningkatkan PAD yang realisasinya hampir mencapai Rp2 triliun.

“Kami banyak berdiskusi mengenai strategi peningkatan PAD Kota Makassar. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk diterapkan sesuai dengan karakteristik daerah,” katanya.

Muchendi juga membandingkan kondisi fiskal daerahnya dengan Kota Makassar. Ia menyebut APBD Kabupaten Ogan Komering Ilir sekitar Rp2,2 triliun sehingga ruang fiskal untuk percepatan pembangunan masih terbatas.

Selain itu, ia turut menanyakan mekanisme bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada pemerintah kabupaten/kota.

“Di Sulawesi Selatan ternyata ada bantuan khusus dari pemerintah provinsi yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur. Di Sumatera Selatan, pola bantuannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan capaian pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Ogan Komering Ilir masih belum mencapai 50 persen dari target karena karakteristik wilayah yang cukup luas.

Dia berharap kunjungan kerja tersebut diharapkan semakin memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus menjadi ruang berbagi praktik terbaik dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan. (*)

Comment