MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menerima jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama Sulsel di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Senin (25/5/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah daerah dan tokoh lintas agama dalam menjaga kerukunan umat beragama serta stabilitas sosial di Sulawesi Selatan.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi ruang koordinasi strategis untuk memperkuat harmonisasi sosial dan menjaga suasana daerah tetap aman, damai, serta kondusif.
Sebagai Dewan Penasihat FKUB Sulsel, Fatmawati Rusdi menyampaikan sejumlah arahan penting, khususnya terkait penguatan komitmen bersama dalam membangun toleransi dan persatuan di tengah keberagaman. Ia menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan positif dan produktif lintas agama.
Menurutnya, ruang-ruang perjumpaan antarumat beragama perlu terus dihadirkan, baik melalui momentum kebangsaan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan, guna mempererat persaudaraan dan kohesi sosial.
“Kerukunan umat beragama harus dijaga melalui kolaborasi dan kebersamaan. Keterlibatan generasi muda sangat penting agar mereka tumbuh dengan semangat toleransi, persaudaraan, dan cinta damai,” ujar Fatmawati Rusdi.
Sementara itu, Ketua FKUB Sulsel, Muammar Muhammad Bakry, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan koordinasi antara FKUB dan Pemerintah Provinsi Sulsel.
Ia berharap berbagai momentum nasional, seperti peringatan Hari Kemerdekaan, Sumpah Pemuda, hingga pergantian tahun, dapat dimanfaatkan sebagai ruang perjumpaan lintas agama, khususnya bagi kalangan pemuda.
“Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan Ibu Wakil Gubernur, baik dalam penguatan kegiatan toleransi maupun dukungan terhadap pelayanan dan administrasi FKUB,” ungkap Muammar.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, Pemprov Sulsel bersama FKUB berkomitmen menjaga ruang dialog, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama sebagai fondasi utama dalam menciptakan masyarakat Sulawesi Selatan yang rukun, damai, dan berkarakter. (*)
MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menerima jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama Sulsel di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Senin (25/5/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah daerah dan tokoh lintas agama dalam menjaga kerukunan umat beragama serta stabilitas sosial di Sulawesi Selatan.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi ruang koordinasi strategis untuk memperkuat harmonisasi sosial dan menjaga suasana daerah tetap aman, damai, serta kondusif.
Sebagai Dewan Penasihat FKUB Sulsel, Fatmawati Rusdi menyampaikan sejumlah arahan penting, khususnya terkait penguatan komitmen bersama dalam membangun toleransi dan persatuan di tengah keberagaman. Ia menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan positif dan produktif lintas agama.
Menurutnya, ruang-ruang perjumpaan antarumat beragama perlu terus dihadirkan, baik melalui momentum kebangsaan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan, guna mempererat persaudaraan dan kohesi sosial.
“Kerukunan umat beragama harus dijaga melalui kolaborasi dan kebersamaan. Keterlibatan generasi muda sangat penting agar mereka tumbuh dengan semangat toleransi, persaudaraan, dan cinta damai,” ujar Fatmawati Rusdi.
Sementara itu, Ketua FKUB Sulsel, Muammar Muhammad Bakry, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan koordinasi antara FKUB dan Pemerintah Provinsi Sulsel.
Ia berharap berbagai momentum nasional, seperti peringatan Hari Kemerdekaan, Sumpah Pemuda, hingga pergantian tahun, dapat dimanfaatkan sebagai ruang perjumpaan lintas agama, khususnya bagi kalangan pemuda.
“Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan Ibu Wakil Gubernur, baik dalam penguatan kegiatan toleransi maupun dukungan terhadap pelayanan dan administrasi FKUB,” ungkap Muammar.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, Pemprov Sulsel bersama FKUB berkomitmen menjaga ruang dialog, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama sebagai fondasi utama dalam menciptakan masyarakat Sulawesi Selatan yang rukun, damai, dan berkarakter. (*)

Comment