LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM — Kabupaten Luwu Utara mencatat lonjakan ekonomi signifikan pada tahun pertama kepemimpinan Bupati Andi Abdullah Rahim bersama Wakil Bupati Jumail Mappile. Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Luwu Utara sepanjang 2025 mencapai 6,17 persen.
Capaian tersebut melampaui target Pemerintah Daerah yang dipatok sebesar 4,48 persen dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Laju pertumbuhan ini sekaligus menandai kebangkitan ekonomi Luwu Utara yang kian solid.
Sektor yang paling mencuri perhatian adalah perdagangan luar negeri atau ekspor neto yang melonjak hingga 57,38 persen. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun 2024, ketika sektor ekspor justru terkontraksi di angka minus 21,29 persen.
Lonjakan tajam tersebut menjadi indikator meningkatnya daya saing produk lokal Luwu Utara di pasar global. Sepanjang 2025, nilai ekspor daerah ini tercatat mencapai Rp2,84 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian.
Sektor pertanian yang mencakup tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, kehutanan, perikanan, hingga peternakan, menjadi tulang punggung utama ekonomi daerah. Pendorong utama pertumbuhan ini antara lain beroperasinya lima Pabrik Kelapa Sawit (PKS), serta optimalisasi produksi dan hilirisasi sektor pertanian.
Bupati Andi Abdullah Rahim menegaskan, lonjakan pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan membawa dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi yang signifikan ini kami harapkan memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” ujar Andi Rahim usai menerima rilis resmi BPS.
Menurutnya, pertumbuhan ekspor neto yang menembus lebih dari 57 persen merupakan bukti bahwa ekonomi Luwu Utara memiliki daya saing tinggi di pasar global. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan fokus ke depan tidak hanya pada angka pertumbuhan semata.
“Target selanjutnya adalah memastikan pertumbuhan ini sejalan dengan pembukaan lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan,” tegasnya.
Selain ekspor neto, sedikitnya enam sektor lain turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di antaranya sektor jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh 16,41 persen, sektor konstruksi 13,47 persen, serta sektor transportasi dan pergudangan sebesar 9,52 persen.
Sektor pertambangan dan penggalian juga tumbuh 8,91 persen, diikuti sektor perdagangan 5,83 persen, serta penyediaan akomodasi makan dan minum sebesar 5,67 persen.
Pertumbuhan pesat sektor jasa keuangan tak lepas dari peningkatan signifikan tabungan masyarakat di perbankan yang mencapai 54,10 persen, tertinggi di Sulawesi Selatan. Sementara itu, sektor konstruksi didorong oleh meningkatnya alokasi anggaran infrastruktur dari pemerintah pusat melalui APBN yang naik hingga 42,60 persen.
Peningkatan anggaran tersebut merupakan hasil dari intensitas koordinasi dan lobi pemerintah daerah dengan sejumlah kementerian. Di sisi lain, sektor pertanian tetap menjadi sektor dominan dengan kontribusi mencapai Rp11,79 triliun atau sekitar 53,50 persen, termasuk didukung beroperasinya dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Luwu Utara.
Dengan tren pertumbuhan yang terus menanjak, Luwu Utara kini kian memantapkan diri sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang paling diperhitungkan di Sulawesi Selatan. (*)

Comment