LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM – Bencana banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan puluhan rumah warga dan ratusan hektar lahan pertanian di Desa Tingkara, Kecamatan Malangke, terendam air. Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warga dan menyalurkan bantuan logistik dasar.
Pada Senin (25/05/2026), Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Tingkara. Kehadiran orang nomor satu di Luwu Utara ini dilakukan guna melihat dari dekat kondisi masyarakat yang bertahan di tengah genangan air, sekaligus memastikan bahwa proses penanganan pascabencana berjalan dengan cepat, tepat, dan tepat sasaran.
Dalam kunjungan kerja yang penuh dengan suasana haru dan kekeluargaan tersebut, Bupati Luwu Utara didampingi langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara beserta jajaran jajaran terkait. Kehadiran rombongan pemerintah daerah ini disambut oleh pemerintah desa setempat dan warga yang telah menanti di posko darurat.
Berdasarkan data assesment cepat yang dirilis oleh BPBD Kabupaten Luwu Utara, banjir yang melanda Desa Tingkara kali ini berdampak signifikan terhadap sektor pemukiman dan pertanian, yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.
Berikut adalah rincian dampak bencana banjir di Desa Tingkara:
Keluarga Terdampak: Sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) melaporkan tempat tinggal mereka tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter.
Total Warga Terdampak: Sedikitnya 180 jiwa merasakan dampak langsung dari luapan air, termasuk di antaranya kelompok rentan seperti lansia, wanita, dan anak balita.
Kerusakan Lahan Pertanian: Sektor pertanian menjadi yang paling terpukul dengan tercatat sekitar 300 hektar sawah warga yang siap atau tengah dalam masa tanam kini terendam air. Kerugian material di sektor ini diprediksi mencapai ratusan juta rupiah akibat ancaman gagal panen (fuso).
Kondisi geografis Desa Tingkara yang berada di dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai membuat wilayah ini rentan terhadap kiriman air dari hulu sungai saat curah hujan meningkat tajam di wilayah pegunungan.
Menyadari bahwa pemenuhan kebutuhan dasar adalah prioritas utama dalam masa tanggap darurat, Bupati Luwu Utara memimpin langsung prosesi penyerahan bantuan logistik kemanusiaan kepada perwakilan warga yang terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi dan menjaga kelayakan hidup warga selama masa pemulihan.
”Kami hadir di sini bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk memastikan bahwa negara dan pemerintah daerah hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Kami merasakan apa yang Bapak dan Ibu rasakan. Kehilangan mata pencaharian sementara akibat sawah yang terendam adalah ujian berat, dan kami berkomitmen untuk mendampingi warga hingga situasi kembali normal,” ujar Andi Rahim
Adapun rincian bantuan darurat yang diserahkan secara simbolis dan langsung didistribusikan ke kepada warga meliputi:
Kasur Lipat, Selimut dan Tikar, Kit Perlengkapan Bayi (Baby Kit), dan Beras sebanyak 160 kg yang disalurkan melalui lumbung pangan desa dan dapur umum untuk memastikan pasokan makanan warga tetap terpenuhi selama akses logistik pasar terganggu. (*)

Comment