Rp239 Miliar Digelontorkan, Jalan Penghubung Makassar-Maros di Moncongloe Mulai Dibangun

MAROS, SULSELPASTI.COM  – Kabar baik bagi pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan Moncongloe, Kabupaten Maros. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menangani ruas Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah yang selama ini menjadi salah satu jalur penting penghubung Makassar dan Maros.

Pekerjaan tersebut mendapat dukungan anggaran sekitar Rp239 miliar dan menjadi bagian dari Multi Years Project (MYP) Paket 6 Infrastruktur Pemprov Sulsel.

Penanganan di wilayah Kecamatan Moncongloe mencakup sekitar 9,3 kilometer. Proyek ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga mengatasi persoalan genangan dan memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan yang terus berkembang.

Bupati Maros HAS Chaidir Syam mengatakan ruas Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan Kabupaten Maros dengan Kota Makassar.

Tingginya aktivitas kendaraan membuat kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap perjalanan masyarakat maupun distribusi barang.

Pembangunan ditandai dengan groundbreaking penanganan preservasi ruas jalan tersebut di Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, sekitar dua pekan lalu.

Menurut Chaidir, perbaikan jalan ini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan penanganan ruas tersebut merupakan respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan.

Pemprov Sulsel sebelumnya juga telah melakukan penanganan darurat di sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan di kawasan Moncongloe.

Langkah darurat tersebut dilakukan agar akses masyarakat tetap bisa digunakan sembari menunggu pekerjaan permanen dimulai.

Kini, penanganan dilanjutkan melalui proyek pembangunan yang memiliki dukungan anggaran sekitar Rp239 miliar.

Selain memperbaiki badan jalan, pemerintah juga mengarahkan pekerjaan pada infrastruktur pendukung, termasuk persoalan drainase dan genangan yang selama ini menjadi salah satu gangguan bagi pengguna jalan.

Dimulainya proyek tentu membawa harapan bagi masyarakat. Namun, proses konstruksi juga berpotensi menimbulkan perlambatan lalu lintas di sepanjang jalur yang sedang dikerjakan.

Andi Sudirman meminta masyarakat memahami kondisi tersebut selama pekerjaan berlangsung. “Kami mohon maaf jika selama proses pekerjaan banyak menghambat aktivitas masyarakat sekitar dan mobilitas pengendara,” kata Sudirman.

Permintaan tersebut disampaikan karena aktivitas konstruksi berpotensi membuat perjalanan menjadi lebih lambat, terutama pada titik-titik yang sedang dalam proses pengerjaan.

Pemerintah berharap masyarakat tetap bersabar hingga seluruh tahapan pembangunan selesai.

Salah satu persoalan yang ikut menjadi perhatian dalam proyek ini adalah genangan.

Karena itu, penanganan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas badan jalan. Infrastruktur pendukung juga menjadi bagian dari pekerjaan agar fungsi jalan dapat berjalan lebih baik dalam jangka panjang.

Dengan demikian, proyek tersebut tidak semata-mata memperbaiki permukaan jalan yang rusak, tetapi juga memperkuat infrastruktur pendukung di kawasan Moncongloe.

Kawasan Moncongloe dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu wilayah penyangga Makassar. Pergerakan masyarakat, kendaraan barang, hingga aktivitas ekonomi membuat kebutuhan terhadap infrastruktur jalan yang memadai semakin besar.

Karena itu, penanganan ruas Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah memiliki arti penting bagi konektivitas kedua wilayah.

Bupati Maros Chaidir Syam mengapresiasi dimulainya pembangunan tersebut dan berharap pekerjaan dapat berjalan lancar.

Pemerintah Kabupaten Maros juga meminta masyarakat ikut mendukung proses pengerjaan dengan memahami potensi gangguan mobilitas selama proyek berlangsung.

Jika seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, ruas tersebut diharapkan memiliki kondisi yang lebih aman dan nyaman sekaligus mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Moncongloe dan kawasan sekitarnya.

Dengan anggaran Rp239 miliar, proyek ini kini menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur yang ditunggu masyarakat. Tantangannya bukan hanya memastikan pembangunan selesai, tetapi juga memastikan hasilnya mampu menjawab persoalan jalan rusak dan genangan yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan. (*)

Comment